KKN tidak sekedar kegiatan rutin,  tapi butuh inovasi. Itulah yang disadari sebagai kebutuhan oleh civitas akademika UIN Bandung. Karena itu Pusat PKM, LP2M UIN Bandung mengadakan RDK evaluasi penyelenggaraan KKN 2019. Evaluasi KKN tersebut menurut Kapus PKM, Dr. Aep Kusnawan  dilakukan untuk mengetahui kelebihan KKN 2019, Kelemahan KKN 2019, dan upaya Penyempurnaan untuk KKN 2020.

Hadir dalam rapat tersebut para pegiat PKM dari tiap fakultas di lingkungan UIN Bandung. Di antara sejumlah yang hadir,  memberikan catatan evaluasi serta harapan perbaikannya ke depan.  Diantaranya Dr. Asro, dari Fak Syariah, menilai bahwa KKN reguler dengan Sisdamas, diakuinya sudah cukup baik,  akan tetapi karena keterbatasan waktu yang tersedia,  hasil yang dicapai dengan KKN Sisdikmas belum Optimal. Sementara Kang Rohmsnur Azis, dari FDK, yang dikenal sebagai Penggagas KKN Sisdamas,  menyampaikan bahwa KKN Sisdamas dihadirkan bukan untuk menyelesaikan seluruh masalah di masyarakat,  melainkan untuk mendorong masyarakat bangkit menyelesaikan masalahnya. Lebih lanjut, Dr. Cucu dari Ushuludin, menilai pembimbingan oleh DPL pada KKN masih perlu ditingkatkan kuslitasnya. Dr. Prida dari Psikologi, menyampaikan perlunya dicari formula untuk meminimalisir kesenjangan antara konsep ideal KKN Sisdamas dengan implementasi riil di lapangan. Sealur dengan itu,  Mantan Kapus PKM UIN Bandung, Dr. Ramdhani,  memberi jalan untuk menginventarisir berbagai persoalan lalu dibuat TIM untuk merumuskan solusinya. Adapun Enjang Muhaemin dari Ilmu Komunikasi menawarkan mofel KKN berbasis prodi,  senada dengan itu Dr. Yadi dari FAH juga membuka tawaran ragam KKN, disamping ada KKN reguler dengan Sisdamasnya,  juga untuk diwacanakan KKN Tematik dengan servis Learningnya, termasuk kemungkinan KKN Kolaboratif antar PTKI, disamping ia juga mengajak untuk Melakukan penguatan KKN Luar Negeri,  melalui implementasi berbagai Ragam MOU yang telah ditandatangani antara UIN Bandung dengan pihak luar negeri. Adapun Dr Lia, dari Saintek yang pernah diganjar sebagai Dosen teladan dalam bidang PKM, mengajak untuk menjadikan PKM sebagai kegiatan yang ditingkatkan keseriusannya,  semakna dengan kandungan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma PT, bahwa pengabdian perlu berkelanjutan, dan untuk itu ia mengusulkan agar tiap Dosen UIN dapat memiliki daerah binaan Pengabdian inovatifnya masing-masing yang dalam praktik pengabdiannya dapat melibatkan mahasiswa dan didorong oleh pihak kampus, serta  mensondingkannya dengan para pihak sponsorship.

Dalam Kesempatan itu,  Kapus PKM, Dr. Aep Kusnawan menyatakan bahwa berbagai evaluasi,baik penilaian dan masukan ttg KKN sebagai sesuatu yang berharga, di samping itu ia juga mengajak kepada semua civitas UIN Bandung,  untuk meningkatkan Kualitas KKN dan peranserta Civitas Akademika UIN dalam bidang PKM.Mengingat, UIN Bandung perlu menyiapkan diri untuk ajang  penghargaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terbaik se Indonesia di Surabaya tahun 2020. Disamping itu ia juga menghimbau kepada Dosen UIN untuk memanfaatkan peluang pengabdian di pedesaan mengingat telah ditandatanganinya MOU antara Kemendes dengan Kemenag. Ia juga menyampaikan bahwa Pusat PKM UIN Bandung kini tengah menjajaki berbagai kemungkinan untuk KKN Kolaboratif antar PTKI, penyiapan untuk terlibat di KKN Nusantara serta penguatan KKN di Luar Negeri. Adapun untuk menyemarakan kegiatan PKM yang dilakukan para Dosen termasuk mahasiswa, ia menghimbau kepada seluruh Civitas akademika UIN Bandung,  untuk menyampaikan pemberitaan kegiatan PKM nya ke Admin Website PKM UIN Bandung: no WA 085974995668 dengan mengirimkan foto kegiatan dan narasinya. Akhirnya, Ketua LP2M, Dr.  Husnul Qodim,  menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah, sedang dan akan terus mengembangkan kegiatan KKN  sehingga diharapkan Kegiatan KKN khusunya serta PKM pada umumnya, akan semakin maju, semarak, berkualitas dan makin dirasakan manfaatnya oleh para pihak terkait. (AK)

Leave a Comment