Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Prof Dr Mahmud mengatakan, Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Berbasis Pemberdayaan   Masyarakat (KKN Sisdamas) merupakan momentum bagi mahasiswa untuk menjadi motivator, fasilitator, dan penyelesai masalah bagi masyarakat Jawa Barat.

Prof Mahmud meminta agar semua dosen pembimbing lapangan dan peserta KKN Sisdamas menjaga nama baik lembaga, belajar bersama dan berkarya sungguh-sungguh sehingga UIN Bandung dapat lebih mengakar dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.

“Saya mengapresiasi KKN Sisdamas ini. Mahasiswa UIN Bandung haruslah berbangga diri karena dibandingkan mahasiswa perguruan tinggi lain, memiliki modal lebih, yaitu modal spiritual, akhlak, sosial dan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam kegiatan KKN,” ujar Rektor saat meresmikan KKN Sisdamas 2017 di Aula Anwar Musaddad UIN Bandung, Bandung (2/2). 

Menurut dia, mahasiswa UIN memiliki keunggulan dibanding yang lain. “Kita ini punya pembeda, lebih kuat di ilmu agama. Bahasa agama lebih mudah dipergunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat, mengingat orang Jawa Barat taat beragama,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung, Dr Munir berharap, mahasiswa peserta KKN Sisdamas harus menjadi agen perubahan. “Kita harapkan juga dapat membawa visi dan misi UIN dan misi kenabian dalam membangun masyarakat yang demokratis dan berkeadilan,” katanya.

KKN   Sisdamas  merupakan kegiatan   pembelajaran dengan  memadukan penelitian  dan pengabdian  kepada  masyarakat  di  suatu  daerah  tertentu  yang  dilakukan  oleh mahasiswa untuk turut melakukan pemberdayaan dengan prinsip pembangunan partisipatif, demokratis dan berkelanjutan berlandaskan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

“Istilah KKN Sisdamas lahir setelah mempelajari beragam program KKN yang ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri lainnya.  Dari  temuan  riset  tersebut, merekomendasikan agar  KKN  di UIN Bandung  memiliki  kekhasan, pilihannya jatuh  pada KKN  Sisdamas,” tuturnya.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Bandung, Dr Ramdani Wahyu Sururi menambahkan, KKN Sisdamas 2017 menerapkan pola pemberdayaan komunitas sebagai pengganti pola lama yang menggunakan pembangunan komunitas. “Artinya mahasiswa menjadi fasilitator untuk setiap program yang akan dilaksanakan, dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Pemberdayaan merupakan  proses   penguatan   masyarakat   dengan   cara   mendorong   (motivasi), menjembatani  (fasilitasi  dan  mediasi),  serta  mendampingi  (advokasi)  dalam  meraih  tujuan-tujuan yang  baik  di  masyarakat.  Dalam  konteks  agama,  perubahan  sosial  masyarakat  merupakan  misi dakwah,  pemberdayaan  umat. 

“Guna  merumuskan  keberdayaan, hadirlah mahasiswa yang peran utamanya sebagai fasilitator dan motivator pemberdayaan dimana masyarakat  diposisikan  sebagai  subjek  dari  pemberdayaan  itu,” jelasnya.  Mahasiswa didorong agar  mampu  menerapkan dan memanfaatkan  ilmu pengetahuan dan teknologi   secara   multidisipliner   bagi   kepentingan masyarakat dan meningkatkan interaksi,  pemahaman  dan  kepedulian  mahasiswa  dari berbagai  program studi dalam memberdayakan masyarakat.

KKN Sisdamas UIN Bandung 2017 dilaksanakan di Kota Banjar, Kabupaten Garut, Cianjur dan Purwakarta mulai 7 Februari sampai 9 Maret 2017. Teknis pemberangkatannya dilaksanakan pada 7 Februari 2017 untuk Cianjur dan Purwakarta, pada tanggal 8 Februari 2017 untuk Garut dan Banjar.

Sumber : republika.co.id

Leave a Comment